Dua dari Tiga Orang Indonesia Berinvestasi Emas

Laporan Eksklusif dari Acara Bullion Connect 2025, Pegadaian Tower

“Emas bukan lagi sekadar logam mulia—ia telah menjadi bahasa universal perlindungan kekayaan.”
— kutipan narasumber acara Bullion Connect 2025

Indonesia dan Emas: Sebuah Kecintaan Kolektif

Suasana Pegadaian Tower pagi itu berbeda dari biasanya. Penuh semangat, optimisme, dan aura keyakinan akan masa depan keuangan yang lebih stabil. Bullion Connect 2025 mempertemukan para stakeholder emas nasional: dari regulator, PT Pegadaian, pelaku fintech emas, hingga wakil World Gold Council (WGC). Momen ini menjadi saksi betapa emas semakin memikat hati masyarakat Indonesia sebagai alat ketahanan finansial.

Dalam acara ini, diluncurkan laporan WGC bertajuk “Indonesia Consumer Insight.” Studi yang melibatkan 2.000 responden lintas usia dan penghasilan itu menemukan fakta mencengangkan: 67% orang Indonesia kini memiliki emas sebagai bagian dari portofolio investasinya. Tak hanya dalam bentuk batangan dan koin, tapi juga dalam bentuk perhiasan, ETF emas, bahkan sekuritas emas.


Beli Lagi, Beli Terus: Tren Reinvestasi Emas di Indonesia

Salah satu temuan penting laporan ini adalah tingginya minat reinvestasi.

  • 85% investor emas berniat membeli lagi dalam 12 bulan ke depan
  • 14% sisanya menyatakan akan menambah investasinya dalam jangka panjang
  • Bahkan di kalangan yang belum pernah membeli emas, 26% berencana memulai, dan 62% tertarik berinvestasi di masa mendatang

Mengapa begitu besar minatnya?

Jawabannya sederhana namun dalam: emas adalah perlindungan. Ia menjadi payung sebelum hujan, jembatan sebelum badai finansial, dan jangkar ketika pasar global bergolak.


Tiga Alasan Utama Orang Indonesia Menyimpan Emas

Bagi masyarakat Indonesia, emas bukan sekadar benda berharga. Laporan ini mengungkap tiga motif utama penyimpanan emas:

  1. Dana Darurat – Sebagai bantalan keuangan di saat mendesak
  2. Persiapan Pensiun – Untuk memastikan hari tua tetap terjaga
  3. Warisan Keluarga – Melanjutkan nilai kepada generasi berikutnya

“Emas mudah dibeli, mudah dijual, dan dipercaya turun-temurun. Orang tua saya punya, saya juga ingin punya. Ini seperti warisan nilai.”
— peserta Bullion Connect 2025


Performa Emas Mengalahkan Segalanya

Dalam dua tahun terakhir, emas benar-benar bersinar:

  • 2024: Return 32% dalam Rupiah
  • 2025 (YTD): Return menakjubkan sebesar 44%

Tak heran jika masa kepemilikan emas fisik di Indonesia mencapai 4–10 tahun, sedangkan untuk ETF dan sekuritas emas sekitar 6 tahun. Ini menandakan bahwa masyarakat tidak lagi melihat emas sebagai instrumen spekulatif jangka pendek, tapi sebagai fondasi masa depan mereka.


Aman, Sederhana, dan Direkomendasikan Ahli

Menariknya, mayoritas investor menyukai portofolio yang sederhana dan mudah dipahami.
Mereka cenderung percaya pada emas karena:

  • Sifatnya non-kredit (bukan utang siapa pun)
  • Tidak dipengaruhi kebijakan moneter seperti uang kertas
  • Telah terbukti selama ribuan tahun sebagai aset pelindung nilai

Investor juga menyebut peran penting institusi tepercaya seperti Pegadaian dan WGC, yang membantu edukasi dan menyediakan saluran investasi yang legal, aman, dan terpercaya.


Tantangan & Solusi: Edukasi Jadi Kunci Utama

Meskipun minat tinggi, masih banyak calon investor pemula yang belum paham bagaimana memulai investasi emas. Di sinilah peran para Gold Guide dan Gold Expert sangat dibutuhkan.

WGC menekankan pentingnya:

  • Edukasi yang inklusif, praktis, dan kontekstual
  • Informasi sederhana: mulai dari pembelian gram pertama, hingga perbandingan antara produk cicil emas, tabungan emas, dan batangan
  • Kolaborasi antara institusi emas nasional dan komunitas edukator keuangan

“Semakin banyak masyarakat melek emas, semakin kuat daya tahan ekonomi rumah tangga Indonesia.”
— perwakilan WGC Indonesia


Kesimpulan: Emas Adalah Bahasa Universal Finansial

Laporan WGC di Bullion Connect 2025 menunjukkan satu hal penting: emas bukan hanya aset, tapi juga aspirasi.
Ia melambangkan stabilitas, harapan, dan tanggung jawab lintas generasi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *